Rabu, 04 April 2012

Kinerja Komputasi dengan Paralel Prosesing


Saat ini penggunaan komputer untuk menyelesaikan masalah sudah merasuk ke segala bidang. Hal ini karena komputasi dianggap lebih cepat dibandingkan dengan penyelesaian masalah secara manual. Seiring dengan hal tersebut, semakin dituntut proses komputasi yang semakin cepat. Untuk meningkatkan kecepatan proses komputasi, dapat ditempuh dua cara :
·         "peningkatan kecepatan perangkat keras,
·         "peningkatan kecepatan perangkat lunak.

Komponen utama perangkat keras komputer adalah processor. Saat ini, peningkatan kecepatan processor benar-benar luar biasa. Processor Pentium 4 yang dikeluarkan Intel kecepatannya sudah mencapai 1.8 GHz. Meskipun kecepatan processor dapat ditingkatkan terus, namun karena keterbatasan materi pembuatnya, tentu ada suatu batas kecepatan yang tak mungkin lagi dapat dilewati. Karena itu timbul ide pembuatan komputer multiprocessor. Dengan adanya banyak processor dalam satu komputer, pekerjaan bias dibagi-bagi kepada masing-masing processor. Dengan demikian lebih banyak proses dapat dikerjakan dalam satu saat.

Perubahan arsitektur komputer menjadi multiprocessor memang bisa membuat lebih banyak proses bisa dikerjakan sekaligus, namun tetap tidak bisa meningkatkan kecepatan masing-masing proses. Peningkatan kecepatan setiap proses bisa dicapai melalui peningkatan kecepatan perangkat lunak. Kecepatan perangkat lunak sangat ditentukan oleh algoritmanya. Usaha untuk mencari algoritma yang lebih cepat tidaklah mudah, namun dengan adanya computer multiprocessor, dapatlah dirancang algoritma yang lebih cepat, yaitu dengan memparalelkan proses komputasinya.

Saat ini komputer multiprocessor masih jarang dan mahal harganya. Hal ini menyebabkan algoritma paralel yang ada sukar diimplementasikan. Untuk mengatasinya dirancanglah mesin paralel semu. Mesin paralel semu ini sebenarnya adalah jaringan computer yang dikendalikan oleh sebuah perangkat lunak yang mampu mengatur pengalokasian proses-proses komputasi kepada processor-processor yang tersebar dalam jaringan tersebut. Pada makalah ini dibuat dua aplikasi dari komputasi paralel. Tujuan dari pembuatan aplikasi ini hanyalah untuk menunjukkan peningkatan kecepatan yang diperoleh dari paralelisasi algoritma sekuensial, sehingga sengaja dipilih aplikasi yang sederhana. Karena ketiadaan perangkat keras computer paralel, maka kedua aplikasi tersebut dibuat dengan menggunakan PVM (Parallel Virtual Machine), suatu system perangkat lunak yang bekerja pada jaringan komputer dan mampu mensimulasikan kerja komputer paralel. Program dibuat dengan bahasa pemroraman C pada sistem operasi Red Hat Linux.

Terdapat dua aplikasi sederhana yang dipilih untuk diimplementasikan, yaitu penjumlahan n bilangan secara parallel dan pengurutan n bilangan dengan menggunakan suatu sorting network yang disebut Bitonic Sort. Untuk masing-masing aplikasi akan dibandingkan dengan algoritma sekuensialnya.
II. Parallel Virtual Machine (PVM)
PVM adalah suatu perangkat lunak yang mampu mensimulasikan pemrosesan paralel pada jaringan komputer. Saat ini ada dua bahasa pemrograman yang didukung oleh PVM, yaitu FORTRAN dan C. Versi PVM yang paling umum digunakan berbasis UNIX, meskipun ada juga PVM berbasis Windows. Cara kerja PVM adalah dengan membuat (spawning) proses-proses anak yang akan dikirim ke processor-processor yang tersebar di jaringan komputer. Dengan PVM bisa ditentukan berapa jumlah processor yang akan dilibatkan dalam proses komputasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar